Review kojie san skin lightening soap

Gue mau review salah satu sabun yg gue bilang cukup ajaib, sabun kojie san namanya. Pertama kali gue tau karna gue cari tau di google sabun yg bisa mutihin kulit, akhirnya nemu lah gue sabun ini, harganya juga gak begitu mahal.

Gue beli yg ukuran 65gram harganya 16 ribuan, tapi ada juga yg besaran harganya lebih mahal, lupa gue harganya. Sabun ini bisa dibeli di minimarket atau swalayan.

Sabunnya kayak gini.

Biar awet gue potong2 begini.

Karna kalo sekaligus dipake tanpa dipotong2 gampang banget abis ni sabun. Kalo dipotong2, 1 potong kecil bisa sampe seminggu. Wangi sabunnya kayak wangi jeruk gitu. Cara pakenya, abis di apply di kulit didiemin dulu, kalo gue sih sambil sikat gigi, abis sikat gigi baru dibilas, abis itu baru deh sabunan kayak biasa.

Gue udah pake sabun ini selama 4 bulan, dan hasilnya lumayan bagus.

Gue pake sabun ini gak di sekujur badan, dan bukan di muka juga. Gue pakenya di area2 kulit yg gelap, di sikut, dengkul, area bok*ng, sel*ngk*ngan, dan hasilnyaaaaa keliatan setelah 2minggu, tadinya area di b*kong keliatan gelap sama suka beruntusan gitu, setelah pake sabun ini beruntusannya ilang, bekas2 beruntusan juga ilang, terus jadi makin cerah.

Jadi buat temen2 yg mau cerahin kulit, sabun kojie san cukup recommended buat di coba. Sama satu lagi, sabunnya di taronya harus ditempat yg kering, karna gampang banget cair & gampang habis.

Advertisements

PENGALAMAN TES MAGANG DI SHOPEE

Hai kawan kawan para pencari kerja, apa kabar? mudah mudahan baik dan tetap semangat dalam mencari pekerjaan yang diharapkan ya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman tes di Shopee untuk posisi magang. Kawan kawan pasti sudah tau tentang Shopee kan, saya akan jelaskan sedikit mengenai Shopee. Shopee merupakan layanan belanja online atau dikenal dengan e-commerce yang berada dibawah naungan PT. Garena Indonesia, selebihnya kawan kawan bisa mencari informasi tambahan mengenai Shopee di Google. *hehe

Pada tanggal 31 februari 2017 saya mendapat email dari PT. Garena Indonesia berupa undangan tes untuk posisi content intern di Shopee,  disini saya agak merasa heran karena pada saat melamar melalui Jobstreet, posisi yang saya lamar yaitu management development internship, tapi tak apa lah saya cukup tertarik untuk mencobanya. Oiya, posisi ini diperuntukkan untuk mahasiswa semester terakhir atau fresh graduate.

Tes dilaksanakan keesokan harinya tanggal 1 februari pada pukul 10 pagi bertempat di Wisma 77 Slipi lantai 10, lokasinya persis di seberang Mall Slipi Jaya, saya menggunakan transjakarta turun di halte Slipi Kemanggisan. Ketika saya datang, sudah banyak kandidat kandidat lain yang sudah datang lebih dulu dari saya. Saya menuju receptionist Shopee dan diminta untuk mengisi daftar hadir dan diminta untuk menyerahkan CV, yg diminta hanya CV saja, tanpa surat lamaran dan lain sebagainya.

Lalu saya menunggu di ruang tunggu bersama dengan kandidat lainnya. Saya sempat berbincang bincang dengan kandidat lainnya, ternyata pada hari itu tidak hanya tes untuk posisi magang saja tapi ada juga yang sudah melamar untuk posisi customer service dan payment. Tak lama, nama saya dipanggil dan diminta untuk pindah ke sebuah ruangan kecil bersama dengan 3 kandidat lainnya, disitu kami diminta untuk mengerjakan soal psikotes yang sangat mudah, hanya mencocokkan 2 kata, jika dua kata sama, tandai dengan huruf B, jika berbeda tandai huruf S, tes nya diberi waktu 6 menit.

Setelah selesai, menunggu selama 10 menit, lalu dipanggil lagi untuk interview HRD, interview dilaksanakan berdua berdua. HRD nya hanya 1 orang, dan masih cukup muda. Memang di Shopee ini kebanyakan para pekerjanya adalah generasi muda. Bahkan saya tidak menemukan pegawai yang umurnya diatas 35 tahun pada hari itu. Dan yang paling saya sangat sukai adalah pakaian kerja yang di kenakan para pegawai disini sangat santai dan kasual, sepeti pakaian yang dipakai ketika pergi kuliah, bahkan ada beberapa yang menggunakan celana jeans robek robek, tanktop. Pokoknya santai banget deh.

Mulailah saatnya wawancara. Yang ditanyakan tidak jauh dari pertanyaan pertanyaan yang biasa diajukan pada saat wawancara kerja. Intinya adalah si HRD nya ini menyampaikan magang ini akan berlangsung selama 3 buana, peserta magang tidak akan mendapatkan gaji, tetapi hanya uang pengganti ongkos sebesar 100 ribu per hari *saya sebut gaji*, makan siang telah disediakan, dan tiap hari kita akan mendapatkan jatah ice cream, *enak banget kan*. Jam kerja mulai pukul 9:30 pagi sampai jam 7 malam. Posisi sebagai content intern, disini dijelaskan mengenai job desk nya, sebetulnya sangat mudah. Kita hanya mengklasifikasikan barang barang yang dijual Shopee, menginput deskripsi produk, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan barang2 yang dijual di aplikasi Shopee. Tetapi sebelumnya pikir saya, saya akan belajar banyak mengenai management Shopee seperti job desk yang tertera di Jobstreet tetapi ternyata hanya menjadi content intern.

Setelah wawancara HRD, saya diminta menunggu hingga jam 2 siang, nanti diumumkan siapa saja yang lolos akan lanjut ke tahap interview user. Cukup lama memang, karena interview HRD tidak memakan waktu lama dan selesai pukul 11, dan saya harus menunggu sampai pukul 2.
Disitu saya mulai dirundung kegalauan. Galau karena gaji (sebenarnya bukan gaji, tapi HRD lebih suka menyebutnya uang saku, tapi tak apa lah, saya lebih suka menyebutnya gaji) yang diberikan tidak seberapa, dan untuk sampai ke wisma 77 memakan waktu 2 jam dari tempat tinggal saya. Yang saya cemaskan adalah, dalam masa magang selama 3 bulan, saya takut mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik lagi dan saya tidak bisa berhenti begitu saja dari Shopee. Dengan pertimbangan jauhnya perjalanan, dan jumlah gaji yang diberikan, alhasil setelah berkonsultasi dengan ibu saya melalui telepon, akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan tidak meneruskan tes.

Untuk mahasiswa semester terakhir, kesempatan magang seperti ini sangatlah bagus, dan gaji yang diberikan saya pikir jumlahnya cukup besar bagi anak kuliahan.

PENGALAMAN TES DI ASURANSI ASTRA BUANA

Saya ingin berbagi pengalaman mengenai tes yang saya jalani di perusahaan Asuransi Astra (PT Asuransi Astra Buana)  pada tanggal 12 Januari 2017 lalu, untuk posisi  Account Manager Development Program (AMDP). Saya yakin anda telah mengetahui tentang perusahaan Asuransi Astra, dan anda bisa mencari sendiri profile perusahaan tersebut di Google.

Saya melamar melalui aplikasi Jobstreet, beberapa hari setelah melamar, saya mendapatkan email dari hrdrecruitment@asuransiastra.com yang isinya berupa undangan Psychological Test & Interview di Graha Asuransi Astra, Jl. TB Simatupang Kav. 15, Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pukul 8 pagi. Saya sarankan untuk berangkat pagi-pagi sekali karena arah menuju lokasi ada beberapa titik yang selalu macet. Saya sampai jam 8 kurang 15, dan tes dimulai pukul 9 pagi, cukup menunggu lama, mungkin karena HRD staffnya juga terjebak macet. 

Sampai di lokasi saya masuk ke gedung Asuransi Astra, jangan masuk ke gedung FIF yang ada dibelakangnya, langsung menuju receptionist, lalu saya diminta tanda tangan di daftar hadir yang telah disediakan, sudah tertera nama saya disitu. Lalu saya diberikan form yang harus diisi, lalu saya diarahkan ke gedung perekrutan yang berada tidak jauh dibelakang gedung Asuransi Astra, disitu tempat saya menjalankan tes.

Tes dimulai pukul 9, ada sekitar 25 orang yang menjalani tes hari itu. Tes pertama ialah psikotes, tes yang cukup menguras tenaga dan pikiran, pada tes ini akan disuguhkan tes kemampuan verbal, numerik, analitik seperti psikotes pada umumya, lalu dilanjutkan tes wartegg, menggambar orang, dan menggambar pohon, lalu ada tes kraepelin/ pauli yang benar-benar membuat tangan saya serasa mau patah, 2 halaman full folio, selanjutnya tes kepribadian, psikotes selesai pukul 11:30. Hasil psikotes diumumkan langsung hari itu juga setelah menunggu 10 menit, yang gagal pada tahap psokotes cukup banyak, hampir setengahnya, yang tidak lulus bisa langsung pulang. Langsung dilanjutkan dengan tes FGD, saya sama sekali tak menyangka akan ada tes Focus Discussion Group , karena pada saat saya mendapat email hanya tertera psikotes dan interview. Pada saat FGD kelompok dibagi menjadi dua, berisikan 6 sampai 7 orang, disini kami diberikan kertas selembar yang berisikan suatu topik permasalahan yang dihadapi Asuransi Astra, kami harus memberikan solusi untuk memecahkan masalah tersebut, pada FGD ini kita dituntut untuk aktif memberikan pendapat, jika ada pendapat yang bertentangan dengan pendapat pribadi kita harus secara blak-blakan mangutarakan pendapat kita, intinya disini kita diharuskan untuk aktif berperan pada saat berjalannya diskusi, diskusi berlangsung selama 10 menit, yang berakhir pada kesimpulan yang harus disampaikan kepada HRD yang menilai dan mengawasi jalannya diskusi tersebut.

Jujur saja, ini adalah tes FGD pertama yang saya jalani, dengan pesaing-pesaing yang saya rasa cukup sulit, dan sepertinya diantara mereka sudah beberapa kali pernah menjalani tes ini, jadi mereka terlihat cukup lihai memberikan pendapat dan solusi. Ditambah para pesaing kebanyakan dari jurusan ekonomi, teknik, dll yang dapat mengerti betul permasalahan yang diberikan, berbeda dengan saya yang merupakan lulusan sastra inggris, pada saat itu saya merasa sedikit minder. Tes selesai pada pukul 2 siang, setelah itu dilanjutkan dengan makan siang yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan. 10 menit setelah makan siang, hasil tes diumumkan, yang lulus tes FGD akan lanjut ke tes Interview. Sayangnya pada tahap ini saya dinyatakan tidak lolos untuk tahap selanjutnya, ada sekitar 5 orang yang tidak lolos, termasuk saya.

Ini merupakan pengalaman bagi saya, meskipun saya dinyatakan tidak lolos untuk tahap selanjutnya. Bagi seorang job seeker seperti saya, mendapatkan panggilan atau undangan untuk melakukan tes di perusahaan yang dilamar sudah menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri untuk saya, saya merasa bahwa dengan di panggilnya saya untuk melakukan tes, berarti saya merupakan salah satu kandidat yang memenuhi kualifikasi perusahaan tersebut.

Feel free to comment this article, and share your experience or maybe ask anything about the test 🙂

PENERJEMAHAN B.INGGRIS BERBANTUAN KOMPUTER (2 assignment)

4SA04, GROUP 2

Members of the Group:

  1. Annisa Sutan Zainal (10612981)
  2. Aryani (18612122)
  3. Melania Santosa (1461253)
  4. Romy Chandra (16612680)
  5. Tiya Rahmawati (17612418)

 

Advantages Of Using SDL Machine Translation

SDL is the leader in language translation and global content management.  With more than 20 years of experience, SDL helps companies build relevant digital experiences that deliver transformative business results on a global scale.

 

Bespoke, high-quality output

Complete your projects faster than ever, while preserving translation quality, with the ability to train your own machine translation engines. SDL Language Cloud Custom MT Engines provide translators with a source of bespoke, high-quality MT output that requires minimal post-editing before publishing.

Boost translation productivity

Achieve new levels of productivity by tailoring your own engines to your specific requirements; specific clients, projects or industry verticals. A trained engine can translate industry terminology 24% more consistently than an untrained engine, helping you work more efficiently.

The benefits of Custom MT Engines

  • Trainable– Enhance translation quality with the ability to train your own engines
  • Secure – Your data is protected and translated over a secure, encrypted connection
  • Cloud-based– No hardware costs, easy to get started, no maintenance
  • 100 baseline language pairs– Try various language pairs quickly and easily with no additional costs
  • Seamless – Designed to integrate with SDL’s world leading language technologies
  • Flexible pricing – A flexible package that allows you to use machine translation as often as you wish

SDL Translate is your ‘all in one’ translation solution. It’s a communication platform, phrase dictionary, language teacher, and travel companion. With over 90 language pairings including Spanish, German, French, Italian, Chinese and Arabic (www.freetranslation.com), SDL Translate covers every corner of the globe.

Key Features:

– Text to speech (TTS) * : Write a sentence and tap the translation to hear it.

– Speech to text (STT) * : Tap the microphone button and speak to get your sentence translated.

– Phrases: Introductory Phrases in Spanish, German, and French. Available without a network connection.

– Idiomatic Expressions: Ever wanted to know how to say “Piece of Cake” in another language? Now you can translate 65 Idiomatic expressions from English to Spanish, French, or German.

* This feature depends on the available languages on your device.

The following languages are available for Translation:

Western Europe:

Danish ⇨ English
Dutch ⇨ English
English ⇨ Albanian
English ⇨ Arabic
English ⇨ Bengali
English ⇨ Bulgarian
English ⇨ Chinese (Simplified)
English ⇨ Chinese (Traditional)
English ⇨ Czech
English ⇨ Danish
English ⇨ Dutch
English ⇨ Estonian
English ⇨ Finnish
English ⇨ French
English ⇨ German
English ⇨ Greek
English ⇨ Pashto
English ⇨ Hausa
English ⇨ Hebrew
English ⇨ Hindi
English ⇨ Hungarian
English ⇨ Indonesian
English ⇨ Italian
English ⇨ Japanese
English ⇨ Korean
English ⇨ Latvian
English ⇨ Lithuanian
English ⇨ Malay
English ⇨ Norwegian
English ⇨ Polish
English ⇨ Portuguese
English ⇨ Persian
English ⇨ Romanian
English ⇨ Russian
English ⇨ Spanish
English ⇨ Somali
English ⇨ Serbian
English ⇨ Slovak
English ⇨ Slovenian
English ⇨ Swedish
English ⇨ Thai
English ⇨ Turkish
English ⇨ Ukrainian
English ⇨ Urdu
English ⇨ Vietnamese
Finnish ⇨ English
French ⇨ English
French ⇨ Arabic
French ⇨ Spanish
French ⇨ German
Spanish ⇨ Italian
German ⇨ English
German ⇨ French
German ⇨ Spanish
Greek ⇨ English
Italian ⇨ English
Italian ⇨ Spanish
Norwegian ⇨ English
Portuguese ⇨ English
Spanish ⇨ English
Spanish ⇨ Arabic
Spanish ⇨ French
Spanish ⇨ German
Swedish ⇨ English

 


Eastern Europe:

 

Albanian ⇨ English
Bulgarian ⇨ English
Czech ⇨ English
Estonian ⇨ English
Hungarian ⇨ English
Latvian ⇨ English
Lithuanian ⇨ English
Polish ⇨ English
Romanian ⇨ English
Russian ⇨ English
Slovak ⇨ English
Serbian ⇨ English
Slovenian ⇨ English
Ukrainian ⇨ English

Middle East & Africa:

Arabic ⇨ English
Arabic ⇨ Spanish
Arabic ⇨ French
Hausa ⇨ English
Hebrew ⇨ English

Pashto ⇨ English
Persian ⇨ English
Somali ⇨ English
Turkish ⇨ English

Asia:
Bengali ⇨ English
Hindi ⇨ English
Korean ⇨ English
Urdu ⇨ English
Chinese (Simplified) ⇨ English
Chinese (Traditional) ⇨ English
Indonesian ⇨ English
Malay ⇨ English
Vietnamese ⇨ English
Japanese ⇨ English
Thai ⇨ English

Disadvantages Of Using SDL Machine Translation

There are some disadvantages when we use SDL as an alternative machine translation to help us during translating the text, there are:

  • When we translate a text use SDL Machine Translation, the result of translation isn’t natural. It depends on the original text. When the translator tries to quote a sentence or idiom or paraphrase from a novel; nevertheless, SDL Machine Translation translates the passage unnaturally.
  • The accuracy isn’t fully offered by SDL Machine Translation on a consistent basis. Usually, we can get the gist of the texts or anything else like that, but SDL Machine Translation only does word to word translation without comprehending the information which might have to be corrected manually later on. SDL Machine Translation rarely reaches accuracy levels above 70%, while a human translation almost always produces accuracy above 95%.
  • SDL Machine Translation is based on formal and systematic rules, the inferior translation quality of the texts with ambiguous words and sentences. So, sometimes SDL Machine Translation cannot solve the ambiguity by concentrating on a context and using experience or mental outlook as a human translator.
  • SDL cannot translate phrase, idiom, countable and uncountable noun correctly. It can be proved in the next page of this assignment.

 

The translation result of SDL

Due to the size of SDL application is very big, it is about more than 300mb, we translate the text with the website of SDL https://www.freetranslation.com/

  1. Translating Noun Phrase with SDL

sdl 1

From the screenshot above, it shows that in translating Indonesian noun phrase wanita muda yang sangat cantik, the result in English is the young woman was very beautiful. If we look at the result of the translation, the structure is grammatically correct, but the tense it should be simple present tense not simple past tense. In source language the form is a noun phrase, meanwhile in the target language the form changes, become a sentence.

Comparing to Ginger

ginger 2

If we compare SDL to Ginger, Ginger produces a better result than SDL. Indonesian noun phrase wanita muda yang sangat cantik is translated into a pretty young lady, in source language the form is a noun phrase, meanwhile in the source text the form is translated also into a noun phrase.

2. Translating Idiom with SDL

sdl 3

sdl 4

From the screenshot above, it proves that SDL cannot translate idiom correctly. In the first picture, we have example in source language English idiom break a leg which is translated into Indonesia becomes mematahkan kaki, SDL translates the idiom literally. English idiom break a leg has the same meaning with Good luck!. Second picture also proves that SDL cannot translate idiom correctly, idiom such give it a shot is translated into memberikan suara tembakan in Indonesian target language, the meaning of idiom give a shot is make an attempt or effort to do something, or in Indonesian it can be translated into mencobanya.

3. Translating Countable and Uncountable Noun with SDL

sdl 2

From the screenshot above, it shows that in translating countable and uncountable noun using SDL from Indonesian source language kami membeli banyak sekali keju dan bunga into English target language we buy a lot of cheese and interest. In the target language the structure is grammatically correct, and it uses simple present tense. The quantifier a lot of can be used for both countable and uncountable noun, so the use of a lot of is correct. The word cheese is uncountable noun, we cannot add suffix –s, SDL translates it correctly. Unfortunately the source language bunga is translated into interest in target language, it should be translated into flowers, it proves that SDL is not able to recognize context of the text.

 

Comparing to Ginger

ginger 3

Ginger translates the Indonesian source language kami membeli banyak sekali keju dan bunga into English target language we bought lots of cheese and flowers. The structure is grammatically correct, it uses simple past tense, which is correct. Unlike the result produced by SDL, ginger translates banyak sekali into lots of, it is correct, because quantifier lots of is used for both countable and uncountable noun. Keju dan bunga is translated into cheese and flowers, ginger translates it correctly, we cannot add suffix –s in plural form of the word cheese, because it is uncountable noun. Unlike SDL, translating bunga into interest, ginger translates it into flowers, which is correct. We add suffix –s in plural form of countable noun, flower is countable noun, so we add suffix –s becomes flowers. Ginger is able to recognize the context of the text.

We can take a conclusion, SDL doesn’t produce a good translation, ginger translates better than SDL.

 

EXERCISES VOCABULARY MEETING 3

A. Fill in the blanks with the most appropriate words.

  1. A person who breaks into a house to steal is….
  2. A person who burns property in a criminal way is…
  3. Killing someone with intention is…
  4. Killing someone accidentally…
  5. A thief who steals from pockets is…
  6. A person who steals from stories…
  7. To bring something illegally into a country is…
  8. To set fire on someone’s property, for example, a house, is….
  9. To take someone hostage on order to exchange him or her for money is…
  10. What does the judge do after a guilty verdict?
  11. A very serious crime, such as robbery or murder is called…
  12. A crime that is that is less serious than a felony is…
  13. What is the study that learns how climate affects living things?

 

B. What are the nouns connected with the following verb?

  1. Discover
  2. Invent
  3. Combine
  4. Conclude
  5. Experiment
  6. Analyze
  7. React

Reading Comprehension #1

Reading 1

Questions
1) Which of the following would be the best title for this passage?

A. Why Doctors Disagree about Flossing
B. How to Keep Your Teeth Healthy
C. Flossing Your Way to a Healthy Heart
D. Flossing by Coincidence

2) Flossing effectively helps to keep your mouth healthy by preventing

A. germs from producing acid
B. food from entering your body
C. germs from entering into your blood
D. acid from contacting your teeth and gums

3) In paragraph 2, the author introduces ideas about how flossing works to keep your heart healthy. Exactly how many of these ideas does the author put forth in this paragraph?

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

4) Based on information in paragraph 2, it can be understood that germs in the mouth may harm your heart by:
I. getting into the blood that flows to the heart
II. forcing the body to fight against too many of them
III. causing food to get stuck in the arteries

A. l only
B. I and II only
C. II and III only
D. I, II, and III

5) In paragraph 2, the author explains how having too many germs in your mouth can “end up weakening the heart.” Using the passage as a guide, it can be understood that with respect to the actual way in which this occurs, doctors are

A. reluctant to hypothesize
B. confident in their estimations
C. extremely knowledgeable
D. uncertain but speculative

6) In paragraph 3 the author writes, “Not every doctor agrees about these ideas.” The author’s purpose in writing this sentence is to

A. provide an example
B. introduce a new topic
C. change a previous statement
D. clarify an earlier assertion

7) Using information in paragraph 3 as a guide, which of the following is the best example of a coincidence?

A. Jim wakes up with a sore throat. He eats a piece of bacon for breakfast. By noon, he feels much better. Jim decides that the bacon has cured his sore throat.
B. Laura remembers to brush her teeth every day, but she only remembers to floss once a week. She writes a note to herself, reminding herself to floss and sticks it to her bathroom mirror.
C. Mario is not very good at baseball. He practices playing every day. After a several months of practice, he is a much better baseball player.
D. Jai has a bad heart. Her doctor tells her to eat more vegetables and less junk food. After nearly a year of doing this, the doctor tells Jai that her heart is doing much better.

8) Based on its use in the final paragraph, it can be inferred that theory belongs to which of the following word groups?

A. query, question, interrogation
B. assertion, declaration, affirmation
C. hypothesis, supposition, belief
D. idea, thought, notion

9) Which of the following best states the main idea of the final paragraph?

A. Because doctors do not agree that flossing will help your heart, it is useless to floss.
B. It is a fact that flossing can help your heart as well as your teeth.
C. Even if flossing is only good for your teeth, you should still do it every day.
D. There is no good reason to believe that flossing will help your heart, but it is still a good idea to do it every day.

WRITE DOWN YOUR ANSWERS IN A SHEET OF PAPER AND COLLECT IT NEXT WEEK

PENERJEMAHAN BERBANTUAN KOMPUTER (Tugas 1)

Name: Annisa Sutan Zainal

Class: 4SA04

NPM: 10612981

 

  1. Strategi Struktural dalam Penerjemahan

Ada tiga strategi dasar yang berkenaan dengan masalah struktur, yaitu:

  • Penambahan

Penambahan di sini adalah penambahan kata-kata di dalam bahasa sasaran. Penambahan jenis ini bukanlah masalah pilihan tetapi keharusan.

  • Pengurangan

Pengurangan artinya adanya pengurangan elemen structural di dalam bahasa sasaran. Seperti halnya penambahan, pengurangan ini merupakan keharusan.

  • Transposisi

Transposisi adalah suatu keharusan apabila tanpa strategi ini makna bahasa sumber tidak tersampaikan. Transposisi menjadi pilihan apabila dilakukan hanya karena alasan gaya bahasa saja. Dengan strategi ini penerjemah mengubah struktur asli bahasa sumber di dalam bahasa sasaran untuk mencapai efek yang padan. Pengubahan ini bisa pengubahan bentuk jamak ke bentuk tunggal, posisi kata sifat, sampai pengubahan struktur kalimat secara keseluruhan. Pemisahan satu kalimat bahasa sumber menjadi dua kalimat bahasa sasaran atau lebih, atau penggabungan dua kalimat bahasa sumber atau lebih menjadi satu kalimat bahasa sasaran juga termasuk di dalam strategi ini.

Transposisi juga bisa dilakukan karena pertimbangan gaya bahasa atau stilistika.

 

  1. Structural Strategies of Translation

There are three main strategies that are related to the structural problems of translation, they are:

  • Addition

Addition refers to the way of adding other words in target language. This kind of strategy is required, not a choice.

  • Reduction

Reduction is more likely to reduce the number of structural elements of target language. As in the addition, reduction is required.

  • Transposition

Transposition requires the translators to change the original structure of source language into target language to get the equivalence. This strategy changes plural forms into singular forms, adjective positions, and also the whole structure of sentences. Making one sentence in source language into two or more sentences in target language, or making two or more sentences in source language into one sentence in target language is also a part of this strategy. Transposition can be the right choice if it is only about stylistic. The meaning cannot be delivered without this strategy, therefore transposition is required.

Transposition can be used in the matter of stylistic consideration or stylistics.