BERITA INTERPRETASI (JURNALISTIK)

Larangan Sunat di Jerman Dikecam

Sunat atau khitan atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.

Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Selain karena di wajibkan dalam agama, terutama dalam agama islam, sunat juga memiliki banyak manfaat diantaranya mencegah infeksi saluran kemih, hingga AIDS. Selain itu sunat juga bertujuan untuk untuk menjaga kebersihan organ penis. Sebab, di balik kulup merupakan tempat persembunyian ideal bagi kotoran, virus, dan bakteri yang terbawa oleh urin. Dari sisi kesehatan, bila tidak dibersihkan, kotoran yang tertahan itu bisa menyebabkan infeksi dan menimbulkan berbagai penyakit pada kelamin.

Lain halnya dengan Jerman, pada 2012 lalu, pengadilan Jerman sempat mengeluarkan keputusan kontroversial melarang bocah laki-laki disunat. Keputusan ini sangat bertolak belakang dengan hukum-hukum agama islam dan yahudi, yang mewajibkan anak laki-laki untuk disunat. Lantas keputusan ini mengundang protes keras dari Menteri Uni Eropa Turki, Egemen Bagis. Menurut Bagis, larangan itu melanggar hak asasi umat Muslim dan Yahudi, dan juga melanggar hak kebebasan beragama yang dilindungi secara legal.

Pengadilan Cologne di Jerman pada juni lalu mengeluarkan putusan larangan sunat. Jerman berdalih bahwa penghilangan kulup dari organ intim pria dapat mengakibatkan rasa sakit dan membahayakan tubuh, karenanya praktik tersebut dinyatakan illegal. Tak hanya Menteri Uni Eropa Turki yang menyatakan ketidak setujuannya akan keputusan ini, Tokoh Yahudi di Jerman juga memprotes keras atas larangan tersebut.

Pengadilan Jerman seharusnya tidak serta merta melarang sunat dan beranggapan bahwa sunat menimbulkan rasa sakit, cedera dan membahayakan tubuh. Sebelum dibuatnya keputusan pastilah ada penelitian terlebih dahulu tentang sunat ini. Dan sudah banyak penelitian yang di lakukan di seluruh dunia yang membuktikan bahwa sunat memberikan banyak manfaat selain sebagai kewajiban yang tertera dalam agama. Keputusan ini pun menjadikan Jerman sebagi bahan tertawaan negara lain dan menimbulkan kemarahan di kalangan umat Yahudi dan Muslim.

Referensi:

https://id.berita.yahoo.com/larangan-sunat-di-jerman-dikecam-062045597.html

http://www.merdeka.com/foto/dunia/448937/20141025195536-pameran-unik-di-jerman-ini-perkenalkan-tradisi-sunat-003-nfi.html

http://www.parenting.co.id/article/usia.sekolah/manfaat.sunat.bagi.kesehatan/001/004/412

http://www.voaindonesia.com/content/merkel-larangan-sunat-membuat-jerman-jadi-bahan-tertawaan/1419341.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s