OPINI (JURNALISTIK)

Tawuran Pelajar Jadi Kekerasan Anak Paling Menonjol Tahun 2014

6046891_20131112012846

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

JAKARTA – Dilansir dari TRIBUNNEWS.COM berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, selain kasus kekerasan seksual terhadap anak, kasus paling menonjol dan banyak menyita perhatian publik di tahun 2014 adalah kasus tawuran pelajar.

“Ternyata kasus kekerasan antar pelajar belum juga sirna di negeri ini. Bahkan, semakin hari semakin menjadi-jadi. Nyawa para pelajar hilang dalam hitungan detik. Aksi anarkis yang melibatkan pelajar di Ibukota sangat mengkhawatirkan,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers catatan akhir tahun Komnas PA 2014 di kantornya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014).

Menurutnya, tanpa adanya penanganan yang sangat serius dari semua pihak, dikhawatirkan fenomena kekerasan antar pelajar ini tidak akan berakhir tuntas.

“Sebaliknya akan menjadi satu tradisi di masing-masing sekolah, dan pada akhirnya dari tahun ke tahun kita akan kehilangan generasi penerus bangsa, satu persatu korban tawuran akan berguguran,” kata Arist.

Dirinya menyebutkan, Media sosial akhir-akhir ini menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran antar pelajar. Masalah sepele, saling ejek, perang kata-kata baik di facebook maupun di twitter sering memicu pecahnya tawuran pelajar. Selain itu, masih ada beberapa faktor yang memicu terjadinya tawuran antar pelajar antara lain menaikkan pamor sekolah dengan menyerang sekolah lain.

“Keributan imbas dari suatu pertandingan atau perlombaan sekolah, perilaku yang dikembangkan senior kepada junior di sekolah, lemahnya antisipasi aparat keamanan, serta kurangnya perhatian orangtua dan pihak sekolah.  Jika seperti ini, tawuran antar pelajar bukan lagi sekedar kenakalan anak-anak,” tambahnya.

Seharusnya kata Arist, saatnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memikirkan solusi yang lebih permanen. Efek jera juga perlu ditumbuhkan. Pelaku tawuran yang menyebabkan hilangnya nyawa, harus di proses sebagai pelaku kejahatan lain.

“Akibatnya seringnya terjadi tawuran,kalangan pelajar di masing-masing sekolah pun saling mensosialisasikan ke teman-temannya bahwa mereka harus selalu siap diserang. Ada semacam pewarisan nilai untuk siap tawuran dan mempertahankan diri serta menjaga kehormatan sekolah dari senior ke juniornya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, bibit terjadinya tawuran sudah terjadi mulai dari halaman sekolah. Masa orientasi siswa pun, sudah dimanfaatkan para senior untuk mensosialisasikan semangat menjaga nama baik sekolah yang dengan mudah didorong menjadi semangat melakukan tawuran.

“Mata rantai tawuran inilah, yang seharusnya diputus,” tambahnya.

70837_620

OPINI MENGENAI TAWURAN ANTAR PELAJAR

Dari tahun ke tahun tawuran seakan sudah menjadi tradisi dikalangan pelajar, saya sebagai mahasiswa dan juga sebagai seorang pelajar merasa sangat prihatin akan hal ini. Sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan dikarenakan tawuran antar pelajar,korban-korban mengalami luka-luka bahkan hingga meninggal dunia. Menurut saya tawuran memberikan banyak dampak negatif, dampak yang merugikan masyarakat, lingkungan, dan tentu saja merugikan para pelajar yang melakukan tawuran itu sendiri. Para pelajar yang seharusnya menjadi benih-benih penerus bangsa, malah merusak citra dan moral bangsa Indonesia, serta menjadi contoh buruk bagi pelajar-pelajar dibawah mereka.

Menurut saya kurangnya iman dan taqwa, kesadaran diri, pengawasan dari orang tua maupun sekolah, dan pergaulan yang salah menjadi sebab utama para pelajar melakukan tawuran. Ditambah lagi dengan semakin berkembangnya teknologi, tawuran yang dipicu dari media sosial, hanya dikarenakan hal-hal sepele yang menimbulkan pelajar-pelajar saling ejek, hingga terjadi tawuran. Kita dapat melihat, kurangnya ajaran etika dan moral dan ketidakdewasaan para pelajar turut menjadi penyebab terjadinya tawuran.

Jika tawuran antar pelajar terus berlangsung, tentu saja akan merugikan banyak pihak. Maka, banyak hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran antar pelajar. Dari hal yang paling penting ialah membekali diri dengan pengetahuan agama sebanyak-banyaknya, pengawasan, kasih sayang serta perhatian dari orang tua dan sekolah, perbanyak kegiatan-kegiatan positif diluar sekolah, kurangi kegiatan nongkrong-nongkrong yang biasa dilakukan para pelajar yang menurut saya lebih banyak memberikan efek negatif dari pada efek positifnya, bijak dalam menggunakan media sosial, jangan mudah terprovokasi yang dapat menimbulkan pertengkaran antar pelajar, menjalin tali silaturrahmi antar pelajar dan sekolah, seperti mengadakan kegiatan yang melibatkan antar sekolah seperti pertandingn olahraga, menumbuhkan rasa hormat dan saling menghargai satu sama lain, dan yang terakhir yang harus dilakukan pemerintah dan penegak keamanan yaitu oknum polisi harus benar-benar serius dalam menangani kasus tawuran antar pelajar ini, sehingga di masa yang akan datang tawuran antar pelajar akan terjadi lagi.

Referensi:

http://www.ruangfana.com/2012/10/9-cara-efektip-mencegah-tawuran-antar.html

http://m.tribunnews.com/metropolitan/2014/12/30/tawuran-pelajar-jadi-kekerasan-anak-paling-menonjol-tahun-2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s